Selamat Datang di Website Karate-Do Funakoshi Cabang Gempol

Push Up Sebagai Elemen Penting dalam Beladiri Karate

Latihan Push Up adalah suatu latihan kekuatan fisik yang lazim ditemui di setiap cabang olah raga ilmu beladiri baik Karate, Taekwondo, Kungfu, Silat dsb. Semua beladiri tersebut memerlukan latihan push up untuk membentuk pengamalnya menjadi seseorang yang kuat serta tangguh fisiknya. Bahkan dalam olah raga beladiri tertentu semisal Karate seseorang yang mempunyai kapalan di tangannya, akan dikagumi oleh orang-orang disekitarnya khususnya teman-temannya sesama pengamal beladiri. Hal ini dikarenakan orang yang tangannya kapalan berarti ia sudah sangat sering push up dengan tinjunya atau kepalannya, bahkan sudah menjadi kebiasaan atau gaya hidupnya sehari-hari. Sebagaimana kita tahu orang yang sudah sangat sering push up dengan tinjunya, berarti mempunyai pukulan yang mematikan dikarenakan latihan push up tersebut memberikan mamfaat berupa daya dorong yang kuat pada tangan/tinjunya, sehingga pukulannya akan memberikan daya dorong tenaga (power) yang besar dan kecepatan yang mengagumkan. Selain untuk memperkuat daya dorong pukulan, push up juga mempunyai beberapa mamfaat lain yaitu:

Pertama:
Push Up menguatkan otot Lengan, Bahu dan Dada. Gerakan push up yang terpusat pada tubuh bagian atas akan membuat dada dan bahu anda kuat dan tegap, lengan anda sebagai pusat penggerak akan mempunyai otot yang kekar dan kuat.

Kedua:
Push Up juga membuat anda tidak mudah terkilir, terutama pada bagian lengan dan bahu. Selain kuat otot lengan dan tubuh bagian atas menjadi lebih lentur.

Ketiga:
Push Up membantu melancarkan aliran darah ke kepala, terlebih lagi bila anda melakukan latihan leher sebelum memulai push up sesuai dengan petunjuk di atas, sehingga anda akan dapat merasa lebih segar dan nyaman.

Bagaimana cara latihan Push Up yang benar? , berikut adalah tips-tipsnya:
Sebelum memulai latihan Push Up, selalu awali dengan latihan leher, lakukan gerakan menekuk leher ke depan dan kebelakang minimal 30 kali, lanjutkan dengan menekuk ke kiri dan ke kanan minimal juga 30 kali, dan lanjutkan dengan membuat gerakan memutar, dengan setiap 3 kali gerakan berganti arah putaran, ulangi sampai 5 kali. Latihan leher diperlukan agar anda tidak mengalami cedera leher akibat tarikan urat leher pada saat melakukan gerakan push up. Latihan leher ini juga mencegah anda dari rasa pusing setelah push up.
Untuk melakukan push up yang benar, mula-mula posisikan tubuh anda tertelungkup. Letakkan lengan tepat di samping kanan dan kiri anda, tidak terlalu lebar juga tidak terlalu sempit. Bagi yang ingin memperkuat pukulannya maka Push Up dengan tangan dikepalkan adalah lebih baik. Berikut adalah contoh gambarnya: 
                                                       

Pada gambar tsb, bagian yang dilingkari adalah yang menjadi tumpuan berat badan alias yang menempel pada lantai/tanah, karena bagian tsb merupakan bagian/alat yang digunakan untuk memukul lawan. kemudian Tarik nafas sebelum mengangkat tubuh, dan bersamaan dengan gerakan lengan mengangkat tubuh anda lepaskan nafas. Saat bergerak turun tarik nafas kembali.Bagaimana cara melakukan repetisi Push Up yang baik? Berikut Tipsnya:
  •  Idenya adalah untuk memulai push up secara bertahap sehingga setiap ketidaknyamanan Anda merasa hari berikutnya adalah minimum. Mulai dengan 10 push up minggu pertama. Anda dapat melakukan push sehari-hari atau setiap hari dan setengah. Anda bisa mengambil libur akhir pekan sehingga tubuh Anda memberikan cukup waktu untuk memulihkan dan memperkuat. Pastikan Anda minum cukup air setelah push up untuk mencegah dehidrasi karena hal ini akan berdampak negatif bangunan otot Anda.
  •  Minggu berikutnya menambahkan lain 10 push up untuk rutinitas Anda dan tren ini harus terus sampai Anda mencapai 100 push up. Penting bahwa Anda tetap memperpanjang target Anda sehingga Anda membantu Anda untuk mengencangkan otot dan tumbuh.
  •  Jika Anda terus meningkatkan jumlah push up yang Anda lakukan setiap minggu, Anda akan melihat perbedaan massa otot Anda dengan bulan kelima.
  •  Setelah Anda merasa nyaman dengan melakukan 100 push up, Anda dapat membuatnya lebih menantang untuk tubuh Anda dengan melampirkan berat sehingga lebih banyak perlawanan yang dibuat dan otot-otot Anda akan tumbuh lebih besar. Sekarang Anda harus mulai melakukan push up tiga kali seminggu dengan hari istirahat di antara setiap sesi latihan. Ingatlah untuk memiliki dua menit istirahat di antara setiap set.

Filosofi Karate Shotokan

Karate-do wa rei ni hajimari, rei ni owaru koto wo wasuruna.
Dalam Karate mulai dengan sebuah sikap hormat (rei) dan berakhir dengan sebuah sikap hormat.

Karate ni sente nashi.
Tidak ada sikap menyerang lebih dulu dalam karate.

Karate wa gi no tasuke.
Karate adalah sebuah pertolongan kepada keadilan.

Mazu jiko wo shire, shikoshite tao wo shire.
Pertama kenali dirimu sendiri baru orang lain.

Gijutsu yori shinjutsu
Pertama semangat, kedua teknik.

Kokoro wa hanatan koto wo yosu.
Bersiaplah untuk membebaskan pikiranmu.

Wazawai wa getai ni shozu.
Kecelakaan muncul dari kekurang perhatian.

Dojo nomino karate to omou na.
Berlatih karate tidak hanya didalam dojo.

Karate no shugyo wa issho de aru.
Akan menghabiskan seluruh hidupmu untuk belajar karate.

Arai-yuru mono wo karate-ka seyo, soko ni myo-mi ari.
Atasi masalahmu dengan semangat karate.

Karate wa yu no goto shi taezu natsudo wo ataezareba moto no mizu ni kaeru.
Karate sama dengan air panas. Jika tidak kau berikan panas yang tetap maka air itu akan dingin kembali.

Katsu kangae wa motsu na makenu kangae wa hitsuyo
Jangan berpikir masalah menang dalam pertarungan tapi pikirkan bagaimana agar kau tidak kalah dalam pertarungan.

Tekki ni yotte tenka seyo.
Rahasia pertarungan tersembunyi dalam seni yang mengarahkannya.

Tattakai wa kyo-jitsu no soju ikan ni ari
Bergeraklah mengikuti (sesuai dengan) lawanmu.

Hito no te ashi wo ken to omoe.
Pikirkan bahwa kedua tangan dan kakimu adalah pedang.

Danshi mon wo izureba hyakuman no tekki ari.
Segera setelah kau tinggalkan rumah untuk bekerja pikirkan bahwa jutaan lawan tengah menunggumu.

Kamae wa shoshinsha ni ato wa shizentai.
Pemula pertama-tama harus menguasai kuda-kuda dan sikap badan rendah, posisi badan yang alamiah/wajar untuk tingkat lanjut.

Kata wa tadashiku jissen wa betsu mono.
Berlatih kata adalah satu hal dan menghadapi sebuah pertarungan nyata adalah hal yang lain lagi.

Chikara no kyojaku, karada no shinshuku, waza no kankyu wo wasaruna.
Jangan lupa (1) aplikasi ringan dan berat dari kekuatan
(2) meregangkan dan mengerutkan badan
(3) Cepat dan lambat dari teknik

Tsune ni shinen kufu seyo.
Carilah cara dan senantiasa berlatih sepanjang waktu

Arti Sabuk Karate

Sabuk putih. Sabuk putih (kyu 10) : melambangkan kemurnian dan kesucian. Kemurnian dan kesucian ini merupakan kondisi dasar dari pemula untuk menerima dan mengolah hasil latihan dari guru masing-masing. Artinya berkembang atau tidaknya karateka ini tergantung dari apa yang diberikan oleh senpai atau sensei mereka. Kemudian, setelah materi atau nilai karate telah disampaikan sesuai dengan apa yang seharusnya, selanjutnya tanggung jawab ada pada masing-masing individu.

Sabuk kuning (kyu 8). Tingkatan kedua ini melambangkan warna matahari yang diibaratkan bahwa karateka telah melihat “hari baru” dimana dia telah mampu memahami semangat karate, berkembang dalam karakter kepribadiannya dan juga teknik yang telah dipelajari. Sabuk kuning juga merupakan tahapan terakhir dari seorang “raw beginner” dan biasanya sudah mulai belajar tahapan-tahapan gerakan kumite bahkan ada juga yg mulai turun di suatu turnamen

Sabuk hijau (kyu 6). Sabuk ini merepresentasikan warna rumput dan pepohonan. Pemegang sabuk hijau ini sudah harus mampu memahami dan menggali lebih dalam lagi segala sesuatu yang berkaitan dengan karate seiring dengan bertumbuhnya semangat dan teknik gerakan yang sudah dikuasainya. Sifat dari warna hijau ini adalah pertumbuhan dan harmoni. Dengan demikian seorang karateka sabuk hijau diharapkan dalam proses pertumbuhannya mulai bisa memberikan harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan.

Sabuk biru (kyu 4). Warna sabuk ini melambangkan samudera dan langit. Artinya karateka harus mempunyai semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudera. Karateka harus sudah mampu memulai berani untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya dengan semangat tinggi dan berfikir bahwa proses latihan adalah sesuatu yang menyenangkan dan bisa merasakan manfaat yang didapatkan. Karateka harus sudah bisa mengontrol emosi dan berdisiplin.

Sabuk coklat (kyu 3-1). Warna sabuk ini dilambangkan dengan tanah. Sifat warna ini adalah stabilitas dan bobot. Artinya seorang karateka pemegang sabuk coklat mulai dari tingkatan kyu 3 sampai 1 harus bisa memberikan kestabilan sikap, kemampuan yang lebih dari pemegang sabuk di bawahnya, dan juga sikap melindungi bagi junior-juniornya. Selain itu, sikap yang harus dimiliki adalah sikap menjejak bumi (down to earth) dan rendah hati pada sesama.

Sabuk hitam (dan). Warna hitam sendiri melambangkan keteguhan dan sikap kepercayaan diri yang didasari pada nilai kebaikan universal. Warna sabuk ini menjadi idaman bagi setiap karateka untuk mendapatkannya. Namun, di balik semua prestise sabuk hitam terdapat tanggung jawab besar dari karateka. Pada tahap ini, pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1 sampai selanjutnya sebenarnya baru memasuki tahap untuk mendalami karate yang lebih mendalam. Teknik maupun penguasaan makna hakiki dari kebaikan nilai karate sudah harus menjadi bagian dari karateka. (penggambaran Gichin Funakohsi).

Sumpah Karate

  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Setia kepada falsafah negara pancasila
  3. Berperikemanusiaan dan hormat kepada sesama manusia
  4. Berbudi luhur, rendah hati, dan berjiwa kesatria
  5. Taat dan menjunjung tinggi segala peraturan perguruan

Semboyan Karate

  1. Sakit jangan dirasakan sakit
  2. Panas jangan dirasakan panas
  3. Dingin jangan dirasakan dingin
  4. Haus jangan dirasakan haus
  5. Lapar jangan dirasakan lapar
Anggaplah itu semua adalah teman latihanmu, maka rasa itu akan hilang

Metode Pelatihan

Metode pelatihan dasar yang digunakan di dojo pada umumnya dikelompokkan ke dalam tiga bidang:

1. Kihon (Dasar)
Kihon berarti “dasar” atau “fundamental”. Kihon mencakup teknik seperti kuda-kuda, pukulan, tendangan, blok dan pemogokan yang membentuk dasar Karate. Praktek dan penguasaan kihon sangat penting untuk semua pelatihan lanjutan. Mempraktikkan dasar-dasar siswa akan mengembangkan fokus, konsentrasi dan disiplin bersama dengan memperkuat tubuh. Setelah siswa tubuh lebih kuat dan sehat, kepercayaan tidak dapat dihindari.

2. Kata (Jurus)

Kata adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang menggambarkan pola koreografer rinci gerakan yang dimaksudkan untuk mensimulasikan membela diri melawan banyak lawan imajiner. The Karateka (praktisi karate) visualisasi para lawan serangan dan tanggapan nya. Umumnya, setiap kali sebuah kemajuan Karateka ke peringkat berikutnya kata yang baru dipelajari. Namun, selalu ada lebih banyak yang dapat dipelajari dari awal kata dan bahkan peringkat tertinggi Karateka akan terus berlatih kata awal. Kata juga dapat digunakan sebagai suatu bentuk meditasi.

3. Kumite (Perkelahian)

Kumite berarti perkelahian, dan ini adalah bagian dari karate di mana Anda melatih melawan musuh, dengan menggunakan teknik belajar dari kihon dan kata. Kumite dipraktekkan dalam beberapa format, tergantung pada peringkat dari mahasiswa. Para Karateka akan diperkenalkan kepada jenis berikut tentang kemajuan kumite :

a. Sanbon Kumite (Tiga langkah Perkelahian)

Tiga serangan diikuti oleh satu serangan counter. Teknik diumumkan sebelumnya, dihitung keluar, kemudian lanjutkan dalam garis lurus. Ini adalah jenis pertama kumite dipraktekkan. Setiap peserta tahu siapa yang menyerang untuk mengharapkan dan kapan. Pada tahap ini tujuannya adalah untuk mengembangkan teknik-teknik yang efektif sementara dalam gerakan dan dalam koordinasi dengan pernapasan.

b.Ippon Kumite (Salah satu langkah Perkelahian)

Satu serangan diikuti oleh satu serangan counter. Teknik diumumkan di masa depan tetapi tidak dihitung. Ini adalah jenis kedua kumite. Pada tahap ini tujuannya adalah untuk mengembangkan efektif waktu, jarak, dan kontra serangan.

c. Jyu-Ippon Kumite (Perkelahian Setengah Bebas)

Semi-bebas dalam Teknik Perkelahian masih diumumkan tetapi penyerang memutuskan kapan harus memulai. Selain itu, para penentang diperbolehkan untuk bergerak. Tujuan pada tahap ini adalah untuk mengembangkan kemampuan untuk menangkap lawan dalam satu bergerak, dan untuk mengenali dan memanfaatkan bukaan.

d. Jiyu Kumite (Perkelahian bebas)

Ini adalah bentuk paling maju Perkelahian. Pada tahap ini lawan tidak mengumumkan teknik dan bebas untuk bergerak. Tujuan adalah untuk mengembangkan kemampuan untuk memimpin lawan, untuk menciptakan bukaan, dan terus berlatih menggunakan teknik yang berbeda-beda.
Kumite tidak hanya mengajarkan kita tentang pembelaan diri. Ini juga mengajarkan kita banyak hal tentang diri kita sendiri. Berlatih Kumite mengajarkan tentang waktu, jarak dan bukaan kehidupan.


Peringkat Sabuk
Peringkat sabuk digunakan untuk menunjukkan tingkat pengalaman seorang Karateka. Dalam sabuk ISKF diberikan dalam urutan sebagai berikut:
• Putih (beginner)
• Kuning (8 Kyu)
• Orange (7 Kyu)
• Hijau (6 Kyu)
• Biru (5 Kyu)
• Biru (4 Kyu)
• Coklat (3 Kyu)
• Coklat (2 Kyu)
• Coklat (1 Kyu)
• Hitam (Dan – 1)
• Hitam (Dan – 2)
• Hitam (Dan – 3)
• Hitam (Dan – 4)
• Hitam (Dan – 5)
• Hitam (Dan – 6)
• Hitam (Dan – 7)

Makna Lambang Funakoshi



Perisai bergaris tepi berwarna hitam artinya ilmu seni beladiri hanya digunakan untuk peningkatan prestasi melalui olahraga serta semata-mata digunakan sebagai alat untuk membela diri dengan menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran
Dasar simbol berwarna biru laut melambangkan sifat keteguhan budi sedalam lautan
Tulisan Go Shin Jutsu artinya perkelahian bebas bahwa dalam kumite dojo, pada karate diberi pelajaran tentang ilmu beladiri secara teori dan praktek sehingga ilmu seni beladiri dikuasai secara sempurna
Tulisan Karate artinya bahwa perguruan Ilmu seni beladiri ini berdasar pada ilmu karate
Funakoshi adalah sebuah nama yang harus selalu diingat bahwa Bapak Karate seluruh dunia adalah Gichin Funakoshi
Bunga Wijaya Kusuma artinya secara legendaris adalah bunga yang bisa menyembuhkan dan menghidupkan manusia artinya bahwa belajar ilmu karate pada perguruan Funakoshi bisa membangkitkan semangat hidup baru di dalam kehidupan .
Daun Bunga Wijaya Kusuma berjumlah 18 lembar artinya bahwa perguruan Funakoshi Karate-Do berdiri pada tanggal 18 (delapan belas)
Daun hijau berjumlah 2 lembar artinya bahwa perguruan Funakoshi berdiri pada bulan 2 (Pebruari)
Ruas Daun Sebelah kiri beruas 6 sedang ruas daun sebelah kanan beruas 7 artinya bahwa Perguruan Funakoshi Karate-Do berdiri pada tahun 1967.
Karateka dengan tangan dalam sikap merendah (hormat) berwarna merah artinya bahwa Karateka Funakoshi senantiasa bersujud dan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi ajaran ilmu seni Beladiri yang dipelajarinya.